Jumat, 11 Januari 2013

Debu Kayu

Oleh: dr. Ikhwan Muhammad


Gambar 1. Debu kayu di tempat pembuatan furnitur

Debu kayu yang dihasilkan dari proses pengolahan kayu mengandung bahaya bagi pekerja. Namun tidak semua debu kayu dapat membahayakan kesehatan, hal ini tergantung dari spesies kayu yang digunakan, konsentrasi dan durasi paparan, kandungan bahan toksik dalam kayu, dan sensitivitas pekerja 

Klasifikasi 

Kayu dapat diklasifikasikan menjadi hardwood dan softwood. Dasar dari pengelompokan ini adalah pada struktur sel spesies kayu terkait bukan bentuk fisik dari kayu. 

Toksisitas 

Bentuk umum dari kayu yang dapat membahayakan kesehatan adalah debu kayu dan bahan organik lain pada kayu. 

Nilai batas paparan di tempat kerja 

HSE (Health and Safety Executive) UK menetapkan nilai batas paparan debu kayu (softwood dan hardwood) di tempat kerja sebesar 5mg/m3 (8 jam TWA/Time Weighted Average, debu total yang terhirup). Lebih jauh lagi, baik softwood maupun hardwood digolongkan sebagai bahan karsinogenik dan dianggap sebagai pencetus kanker. Berdasarkan hal ini prinsip ALARA (As Low As Reasonably Practicable) harus dianut. 

Penyakit akibat debu kayu 

  • Kulit : paparan debu kayu dapat mengiritasi kulit sehingga menyebabkan dermatitis. Pada dermatitis iritan ini lesi umumnya timbul pada punggung tangan, wajah, leher, dan kulit kepala. Selain dermatitis iritan, dermatitis juga dapat timbul melalui proses sensitasi dan alergi. 
  • Pernafasan : debu kayu yang terhirup dapat menimbulkan masalah kesehatan pada hidung (e.g. rhinitis, hidung tersumbat, mimisan) dan paru-paru (e.g. asthma, gangguan fungsi paru)
  • Mata : apabila terkena mata, debu kayu dapat menimbulkan mata berair, perih, dan konjungtivitis. 

Perhatian 

Berikut poin penting apabila terdapat bahaya debu kayu di tempat kerja :
  1. Kenali jenis kayu yang digunakan 
  2. Ganti jenis kayu yang berbahaya dengan jenis kayu yang aman 
  3. Gunakan LEV (Local Exhaust Ventilation) untuk mengendalikan paparan debu kayu 
  4. Gunakan APD (Alat Pelindung Diri) apabila LEV tidak dapat mengendalikan paparan secara adekuat. APD disini termasuk alat pelindung pernafasan dan baju pelindung. 
  5. Pastikan LEV dan APD dirawat dengan baik secara berkala 
  6. Pastikan penyediaan fasilitas kebersihan di tempat kerja 
  7. Gunakan krim kulit khusus untuk mencegah perkembangan dermatitis

Referensi

Toxic Woods Woodworking Information Sheet WIS30(rev1) HSE 2012 www.hse.gov.uk/pubns/wis30.htm


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...