Senin, 21 Januari 2013

Kecelakaan Kerja

Oleh: dr. Ikhwan Muhammad

Kecelakaan didefinisikan sebagai suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia atau harta benda (Permenaker No. 03/MEN/98) 


Gambar 1. Kecelakaan Kerja (gambar diambil dari http://lilo.staff.fkip.uns.aci.id)

Kecelakaan yang dimaksud sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 di Permenaker ini, yaitu :
  • Kecelakaan kerja 
  • Kebakaran atau peledakan dan bahaya pembuangan limbah 
  • Kejadian berbahaya lain
Selain itu, Permenaker ini juga mengatur kewajiban perusahaan dalam kasus kecelakaan kerja, kewajiban tersebut termasuk:
  • Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja 
  • Kecelakaan dilaporkan dalam waktu maksimal 2 x 24 jam sejak terjadinya kecelakaan 
  • Bisa dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis.

Tahapan untuk menganalisa kecelakaan

  1. Mengidentifikasi korban dan tempat kecelakaan  (5 W, 1 H) 
  2. Pemeriksaan khusus terhadap kecelakaan 
  3. Menentukan frekwensi dan tingkat jenis kecelakaan (berat, sedang, ringan) 
  4. Mengetahui sumber dan faktor bahaya yang menyebabkan terjadinya kecelakaan 
  5. Memeriksa penyebab lain (faktor pendukung) yang mungkin meningkatkan resiko kecelakaan. 
Tahapan ini bisa dilihat pada tata cara pengisian formulir Kep. 84/BW/1998. Data-data yang perlu dilengkapi termasuk identitas perusahaan, informasi kecelakaan, data korban, fakta yang dibuat, uraian tjd kecelakaan, sumber kecelakaan, dan tipe kecelakaan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...